Bila mendengar kata "The Special One" pasti teringat satu nama, yaitu pelatih sepakbola fenomenal di dunia saat ini siapa lagi kalo bukan Jose Mourinho. Tapi aku ga bakal bahas tentang om Mou yang saat ini jadi trending topic karena pemecatan dirinya dari posisi pelatih Chelsea. Malah aku turut sedih karena aku seorang penggemar sang pelatih & Chelsea sejak melatih Chelsea pertama kali di taun 2004. Yang tegar & semangat om Mou, aku berdoa semoga karier kepelatihanmu makin berkembang & sukses selalu om.
Back to the topic, kali ini aku mau bercerita ttg The Special One versi kehidupanku. Yaitu seseorang yang mampu membangkitkan rasa kepercayaan diriku dan membuat aku jatuh cinta & jatuh hati kepada dirinya setelah 2 taun aku menutup hati karena sesuatu yang membuatku trauma. Dan orang ini bener2 spesial di hatiku. Kenapa dia begitu spesial ?? Wooo... tunggu dulu aku beri tau kenapa dia spesial di kehidupanku, tp sebelumnya kita mulai dari awal agar detail dan paham kenapa dia menjadi sangat spesial di hidupku.
Awal mula aku dan de'e ( de'e : yang dalam bahasa indonesia disebut "dia" tapi ini versi jawa jadi nyebutnya de'e, maklum orang jawa tulen saya hehehe) bertemu pertama kali di sebuah kota yaitu Tangerang tepatnya di tahun 2014. Di saat itu aku, de'e, dan beberapa orang lain ( temen baru) sedang sama-sama berjuang untuk masuk sebuah sekolah kedinasan. San kita berdua bertemu di sebuah tempat belajar, di tempat itu kita semua belajar bareng. Tapi di saat fokus belajar bersama, terkadang aku mencuri pandangan ke dirinya tanpa de'e sadari. Dan dalam belajar bareng itu, aku tau namanya. Nama yang menurutku sangat bagus dan cocok dengan dirinya. Tapi selain itu, disaat itu aku juga tau kalo dulu dirinya udah ada yang punya. Dan akhirnya aku pendam & jaga rapat2 perasaanku ke dirinya, dalam hati aku cuma bisa bilang " i'm just waiting for the moment to tell you". Setelah test pun, kita berdua lost contact karena kesalahanku belum minta pin bb ataupun nomor telfonnya.
Tahun berikutnya, di tahun 2015 aku kembali mendaftar sekolah kedinasan yang sama seperti taun di 2014. Di taun 2014 memang aku gagal, dan di tahun 2015 ini aku punya motivasi lebih buat bisa menjadi "Taruna" sekolah kedinasan tersebut. Lalu aku putuskan untuk kembali ke tempat belajar bersama de'e dulu, berharap bisa kembali bertemu de'e. Tanpa disadari, di tempat itu aku kembali bertemu de'e dan bisa kembali melihat senyuman dari de'e yang menurutku sangat manis & indah. Keliatannya dia masih ingat aku, ketika aku datang dan melihat ada dirinya. Dan selama proses belajar bareng itu aku bisa memandang wajahnya, melihat senyum indahnya, dan mendengar suara indah dsaat dia tertawa.
Disaat test di balai sarbini, aku sempet ketemu dia sebelum test di parkiran lantai bawah dan bisa memandang seulas senyum dari dirinya. Dan beberapa hari setelah test, aku dapat pengumuman dan disayangkan aku kembali gagal. Memang aku kecewa, tapi kecewa itu terobati ketika tau kalo dirinya lolos ke test selanjutnya. Tapi di test selanjutnya, aku dapat kabar kalau dirinya gagal di test tersebut. Dan dengan mengumpulkan seluruh keberanian & nyali akhirnya aku chat dia untuk pertama kalinya. Flashback bentar, aku dapat kontak chatting dirinya ketika aku gabung di grup sosmed perkumpulan teman-teman yang daftar di tahun 2015 itu. Back to topic, setelah keberanian itu terkumpul akhirnya aku chat dia untuk pertama kali dan aku support dia selalu disaat kondisi apapun. Dan mulai hari itulah, kedeketan kita terjadi. Waktu demi waktu akhirnya, aku ngomong jujur apa adanya ke dia kalau semenjak awal bertemu aku punya perasaan lebih dari sekedar teman yaitu perasaan sayang yang tulus dari hati.
Perasaan itu semakin hari semakin tambah dan kedekatan antara aku dengan de'e semakin intensif hingga akhirnya dirinya juga merespon perasaan ku itu. Walau aku & de'e terpisahkan jarak kurang lebih 594km, tapi rasa sayang ini bener2 tulus dan semakin bertambah setiap harinya. Ketika setiap telefon dengan dirinya, aku selalu bahagia. Begitu pula ketika dia sering kirim foto selfie dirinya, selalu membuat diriku sangat bahagia. Dan aku baru pertama kali ini, berjuang dengan sekuat tenaga untuk seseorang yaitu untuk dirinya. Setiap moment tertentu lagi dimanapun aku selalu aku sempatkan untuk ngabarin, dan buat suprise yang sederhana tapi menyentuh. Aku rela ngelakuin apa saja untuk berusaha membuat dia bahagia dan berusaha mewujudkan semua impian, cita-cita antara aku & de'e. Dengan salah satunya menjadi abdi negara, dan membuat dirinya bangga karena diriku sudah menjadi abdi negara. Disini aku lagi berjuang untuk mewujudkan semua itu sekaligus membahagiakan dirinya.
Dirinya lah aku bisa bangkit dari keterpurukan dan dirinya lah yang selalu membuat diriku semangat untuk segera menjadi abdi negara sekaligus membahagiakan dirinya. Cuma dirinya lah yang membuat diriku selalu menjadi diriku sendiri. Itulah yang membuat dirinya menjadi "The Special One" di kehidupanku.
Semoga dirinya membaca apa yang aku tulis kali ini. Aku selalu berdoa setelah sholat, semoga hubungan antara aku dengan dirinya langgeng dan bisa dipersatukan kelak oleh Tuhan di sebuah ikatan yang suci yaitu pernikahan dan menjalani hidup berdua bersama-sama bahagia hingga akhir hayat nanti. Amin Amin Amin Ya Allah.. Semua rasa sayang ini benar-benar tulus dari hati yang paling dalam dan aku benar-benar serius untuk menjalin hubungan yang serius antara aku dengan dirinya.
To de'e : Ingat lagu Nothings gonna change my love for you, Percayalah, Kamu yang ku tunggu, dan More than words ?? Aku punya kata-kata buat kamu yaitu.. Percayalah bahwa Kamulah Yang Ku Tunggu, rasa sayang & cinta ku kepadamu More Than Words dan Nothings Gonna Change My Love For You.
To de'e (lagi) : I love you so much & i miss you so much. I'll always beside you and i'll always make you happy Awaliani Kharisma Septiana.
Sabtu, 19 Desember 2015
Langganan:
Komentar (Atom)