Sabtu, 30 November 2013

KOLESE MIKAEL (MY STORY)


    SMK Katolik St. Mikael Surakarta atau Kolese Mikael adalah Sekolah Menengah Kejuruan unggulan dan ternama yang ada di kota Surakarta. Saya akan bercerita tentang sedikit sejarah SMK Mikael. Sejarah SMK Mikael sangatlh panjang, SMK Mikael berdiri tanggal 1 Agustus 1962 dengan nama pertama kali adalah STM Kanisius dan didirikan oleh Pater Wakkers, SJ (alm). Mulai tahun 1964 hingga sekarang penyelenggaraan sekolah berada di bawah Yayasan Karya Bakti dan masih satu yayasan dengan ATMI Surakarta. Tepat pada tanggal 1 Agustus 1967, STM Kanisius berubah nama menjadi STM Katolik Santo Mikael Bersubsidi Surakarta, berstatus Swasta Bersubsidi. Dan pada tahun 1968 dibangunlah kampus baru untuk Kolese Mikael di Jl. Mojo No.1, Karangasem, Laweyan, Surakarta yang sampai sekarang masih ditempati. Sejarah juga mencatat bahwa Kolese Mikael merupakan SMK pertama di Indonesia yang menerima sertifikat ISO 9001:2000 nomor 01 100 018826 dari PT TUV Internasional Indonesia pada tanggal 7 Januari 2003.

Nama Kolese Mikael memiliki nama yang lebih populer dan gampang diingat oleh orang lain yaitu MICO (Michael College). Dan memiliki supporter yang sudah tidak asing lagi bagi para remaja dan warga Surakarta yaitu MICO Mania. Yak, Mico Mania memang terkenal karena kemeriahannya dan kreativitas yang ditunjukan oleh semua anggota Mico Mania. Mico Mania selalu hadir di saat SMK Mikael mengikuti ajang perlombaan. Anggota Mico Mania terdiri dari seluruh siswa SMK Mikael itu sendiri. Semua siswa diajak untuk ikut berpartisipasi dan menyalurkan kreativitas yang dimilikinya dalam keanggotaan Mico Mania.  Selain Mico Mania, SMK Mikael juga memiliki klub pecinta alam yang dinamakan PASTELLO (Pasukan Pecinta Alam SMK Mikael Solo). Pastello merupakan ajang bagi siswa untuk mencintai lingkungan dan untuk lebih dekat dengan alam dengan cara menaiki gunung (hiking) secara bersama-sama. Pendakian biasanya dilakukan pada saat moment menyambut hari-hari penting negara Indonesia dan pada saat Michael Day (Hari Jadi Kolese Mikael).
SMK Mikael memiiki 3 visi utama untuk membangun sebuah karakter bagi siswanya. Ke-tiga visi utama itu adalah :
1.      Competence
2.      Consience
3.      Compassion
SMK Mikael juga memiiki symbol yang dinamakan CTE (Centre Technical of Education). Simbol CTE itu sendri memiki arti sebagai berikut :

1.      Tulisan CTE memiliki arti bahwa SMK Mikael ingin menjadi Pusat Pendidikan Teknik yang unggul dalam mengembangkan : Competency, Coonsience, dan Compassion.
2.      Warna dasar kuning merupakan symbol sekolah Katolik.
3.      Warna dasar merah pada tulisan CTE melambangkan keberanian menjadi pioneer/pelopor dalam pengembangan pendidikan kejuruan.
4.      Warna dasar putih pada tulisan CTE melambangkan ketulusan hati.
5.      Warna ungu melambangkan bahwa setiap siswa berani berjuang untuk menjadi perintis.

Nah, sekarang saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya belajar dan mencari ilmu di SMK Mikael hingga sekarang ini. Menurut saya, SMK Mikael bukan saja sekolaha yang mengutamakan  nilai semata. Di Mikael, saya dan siswa yang lainnya diajarkan tentang banyak hal. Disini, saya dan siswa yang lainnya rela untuk bersekolah hanya dengan satu gender. Yang membuat saya kagum dan berkesan selama bersekolah di Mikael adalah tentang diajarkannya kedisiplinan, tanggung jawab, mandiri, dan terutama kejujuran. Memang saya akui, sebelum saya bersekolah di Mikael saya adalah seorang yang pendiam, pemalu, dan takut mencoba hal-hal yang baru. Selama belajar di Mikael, saya diajarkan 3 tipe dengan dibedakan tingkatan kelas. Pada kelas X, diajarkan tentang nilai- nilai 3 C (Competence,Consience,dan Compassion) tersebut serta diajarkan juga tentang nilai rohani yang biasa disebut AMDG (Ad Maiorem Dei Gloriam). AMDG kalau di terjemahkan di bahasa Indonesia artinya “Semua hal yang kita lakukan semata hanya untuk memuliakan Allah”. Pada kelas XI, diajarkan untuk mendalami 3 C yang telah diajarkan di kelas X. Ketiga visi SMK Mikael semakin melekat dan menjadi cirri khas siswa SMK Mikael tersendiri. Pada kelas XI ini, siswa diberikan Tugas Akhir untuk merancang sebuah desain benda kerja dan desain ini bisa untuk melanjutkan Tugas Akhir di kelas XII. Nah sekarang beranja ke tingkat kelas XII dimana saya sekarang berada. Di kelas XII ini, siswa diajarkan untuk lebih kritis terhadap suatu permasalahan, dan melaksanakan visi 3C secara benar dan tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Selama hampir 3 tahun bersekolah di SMK Mikael, saya dan semua siswa yang lain ditekannya sikap “Teman Sepenanggungan” dan dengan semangat yang disebut “Man For Others” sejak memulai MOS hingga sekarang. Semangat ini merupakan semangat kebersamaan yang diajarkan untuk peduli dengan sesama manusia yang terjalin antar seluruh siswa tanpa membedakan angkatan siswa keberapa.  Sikap Kejujuran pun menjadi hal mutlak di SMK Mikael, tidak ada tawar-menawar dengan sikap ini. Apabila ada siswa yang mencuri atau menyontek maka akan tanggung sendiri akibatnya dan siap-siap menerima keputusan dikeluarkan dari sekolah. Memang, Kolese Mikael mempunyai sikap tegas dengan semua peraturan yang ada di Kolese ini. Inilah bedanya Kolese Mikael dengan sekolah lainnya, dimana di sekolah lain peraturan yang ada bisa di tolerir tidak berlaku di Kolese Mikael.
Kolese Mikael ini memberikan kesan yang ga akan pernah terlupakan oleh murid-muridnya seperti kebersamaan yang melekat menjadi satu seperti keluarga sendiri. Pembentukan dan pengembangan karakter yang merupakan visi sekolah untuk siswanya telah membantu siswa menemukan sebuah identitas diri maupun jati dirinya sendiri. Meskipun murid-murid SMK Mikael terdiri dari satu gender yang sama, tetapi mereka tidak pernah terlibat dalam sebuah perkelahian, tawuran, atau bahkan hingga menyangkut masalah hukum. Finally, selama sekolah di SMK Mikael ga ada kata bosan untuk masuk ke sekolah, semua siswa antusias masuk sekolah. Hampir setiap hari terjadi hal yang menarik di lingkungan siswa entah itu dimarahin guru, ketiduran saat pelajaran, sering galau, dikerjaiin teman, menjadi seperti cowboy di saat praktik berlangsung, dan masih banyak lagi keseruan yang terjadi selama berada di lingkungan sekolah

0 komentar:

Posting Komentar